Nasional
Potret Baru Gempa Bumi Yang Menghancurkan di Myanmar: Patung Buddha Rusak-3,000 Tewas
Tertangkap dalam dampak bencana gempa bumi yang menghancurkan, Myanmar menghadapi kerugian yang sangat besar, termasuk patung Buddha yang sangat dihormati—temukan seluruh dampak tragedi ini.

Pada 3 April 2025, gempa bumi kuat mengguncang Mandalay, Myanmar, dengan kekuatan 7,7 magnitudo dan menyebabkan kerusakan yang luar biasa. Dampaknya sangat menghancurkan, dengan lebih dari 3.000 kematian terkonfirmasi dan lebih dari 4.500 orang terluka. Ratusan individu masih belum ditemukan, memperparah tantangan kemanusiaan yang dihadapi wilayah ini. Tragedi ini tidak hanya merenggut nyawa tetapi juga berdampak parah pada infrastruktur dan budaya, contohnya adalah hancurnya patung Buddha yang dihormati di pagoda setempat.
Menyusul bencana ini, kita telah menyaksikan respons internasional yang besar, dimana lebih dari 1.900 personel penyelamat dari 15 negara telah bergerak untuk membantu upaya pemulihan. Dengan 53 pengiriman bantuan yang berhasil dilakukan, inisiatif ini bertujuan untuk memberikan bantuan segera kepada para korban yang berjuang dengan dampak gempa bumi.
Namun, konflik sipil yang sedang berlangsung di Myanmar mempersulit upaya kemanusiaan ini. Meski demikian, militer telah mendeklarasikan gencatan senjata sementara, yang memungkinkan koordinasi yang lebih efisien dalam pengiriman bantuan dan pelaksanaan operasi penyelamatan.
Saat kita merenungkan bencana ini, jelas bahwa tantangannya sangat beragam. Penghancuran rumah, sekolah, dan rumah sakit telah meninggalkan banyak individu tanpa kebutuhan dasar. Banyak korban yang sekarang tinggal di tempat penampungan darurat, menghadapi pasokan makanan, air, dan perawatan medis yang tidak mencukupi.
Dampak emosional dari kehilangan orang yang dicintai dan menyaksikan kehancuran yang begitu luas menambah lapisan lain pada krisis kemanusiaan. Komunitas sangat membutuhkan dukungan psikologis saat mereka mengatasi kesedihan dan trauma mereka.
Dampak gempa bumi terhadap warisan budaya tidak bisa diremehkan. Kehilangan situs-situs agama dan sejarah yang signifikan, seperti patung Buddha yang hancur, adalah pengingat yang menyentuh tentang apa yang telah hilang secara permanen. Situs-situs ini tidak hanya memiliki arti spiritual tetapi juga mewakili identitas dan ketahanan masyarakat setempat.
Saat kita terus memantau situasi di Mandalay, sangat penting untuk mengakui ketahanan mereka yang terkena dampak. Mereka berjuang dengan kehilangan yang sangat besar, namun ada tekad bersama untuk membangun kembali dan pulih.
Kita harus tetap terlibat dan mendukung seiring perkembangan situasi, memastikan bahwa kebutuhan kemanusiaan terpenuhi dan semangat kebebasan dan komunitas dipupuk di tengah masa-masa sulit ini. Bersama-sama, kita dapat berkontribusi pada penyembuhan dan pembangunan kembali Mandalay dan penduduknya.
-
Politik2 hari ago
Didit Menjadi Jembatan bagi Prabowo untuk Mendekati Megawati, namun Sulit Karena Jokowi
-
Nasional2 hari ago
Parkir Liar Masih Merajalela di Bandung Selama Liburan Idul Fitri
-
Bisnis2 hari ago
Layanan Kurir Shopee Berhenti, Berikut Dampaknya pada J&T Express
-
Hiburan Masyarakat2 hari ago
‘Bandros’ Menjadi Pilihan Utama bagi Wisatawan Luar Kota untuk Menikmati Keindahan Bandung Selama Liburan Idul Fitri
-
Nasional2 hari ago
Penyintas Ajaib, Pria Diselamatkan Setelah 5 Hari Terkubur dalam Puing Gempa Bumi Myanmar
-
Hiburan Masyarakat20 jam ago
Mudik Lebaran, Mengayuh Sepeda 150 Kilometer Dari Bandung ke Kuningan
-
Ekonomi20 jam ago
Ekspor Indonesia ke AS Berpotensi Paling Terpengaruh oleh Tarif Trump
-
Nasional20 jam ago
Volume Kendaraan di Jalan Tol Padaleunyi Menuju Bandung Meningkat 11 Persen Selama Liburan Lebaran