Ekonomi
Harga Emas Antam dan UBS Melonjak, Simak Detailnya
Temukan lonjakan harga emas Antam dan UBS seiring pergeseran tren pasar; cari tahu apa yang mendorong lonjakan ini dan bagaimana dampaknya bagi Anda.

Dengan ketidakpastian ekonomi global yang menggantung, kita telah melihat lonjakan signifikan dalam harga emas, dengan Antam dan UBS memimpin charge. Pada 14 Maret 2025, harga emas Antam mencapai Rp1,757,000 per gram, mencerminkan kenaikan Rp12,000 dari hari perdagangan sebelumnya. Sementara itu, emas UBS juga mengalami peningkatan yang signifikan, naik menjadi Rp1,701,000 per gram dengan peningkatan Rp14,000.
Pergerakan harga ini bukan hanya angka; mereka menyoroti tren pasar yang lebih luas yang layak mendapatkan perhatian kita saat kita mempertimbangkan strategi investasi emas kita.
Tren ini tidak terbatas pada penawaran gram standar; bahkan produk emas pecahan juga melihat momentum naik. Harga untuk 0,5 gram emas 24 karat Antam mencapai Rp930,000, naik Rp6,000, sementara setara UBS mencapai Rp920,000, mendapatkan Rp8,000. Kenaikan seperti ini mungkin tampak sedikit, tetapi dalam konteks volatilitas pasar, mereka menandakan peningkatan kepercayaan investor pada emas sebagai aset safe-haven.
Pemantauan berkelanjutan atas harga ini penting bagi kita, karena fluktuasi dapat sangat mempengaruhi keputusan investasi kita dalam apa yang tampaknya menjadi lanskap ekonomi yang bergejolak.
Dalam beberapa bulan terakhir, kita telah menyaksikan minat yang meningkat pada emas karena investor berbondong-bondong ke logam mulia ini di tengah ketakutan inflasi dan pergeseran kebijakan moneter. Kenaikan harga terbaru untuk emas Antam dan UBS mencerminkan tidak hanya reaksi terhadap ketidakpastian ini tetapi juga pemahaman bahwa emas mempertahankan nilai lebih baik daripada banyak kendaraan investasi lainnya selama masa kerusuhan ekonomi.
Permintaan yang meningkat ini menunjukkan bahwa kita, sebagai kolektif investor yang berpikir maju, harus waspada dan informasi tentang tren pasar.
Selain itu, alasan di balik tren ini adalah multifaset. Indikator ekonomi global, seperti suku bunga dan ketegangan geopolitik, memainkan peran penting dalam membentuk harga emas. Saat kita menavigasi melalui kompleksitas ini, semakin jelas bahwa investasi emas lebih dari sekadar lindung nilai; itu adalah langkah strategis dalam pasar yang tidak dapat diprediksi.
-
Politik2 hari ago
Didit Menjadi Jembatan bagi Prabowo untuk Mendekati Megawati, namun Sulit Karena Jokowi
-
Nasional2 hari ago
Parkir Liar Masih Merajalela di Bandung Selama Liburan Idul Fitri
-
Bisnis2 hari ago
Layanan Kurir Shopee Berhenti, Berikut Dampaknya pada J&T Express
-
Hiburan Masyarakat2 hari ago
‘Bandros’ Menjadi Pilihan Utama bagi Wisatawan Luar Kota untuk Menikmati Keindahan Bandung Selama Liburan Idul Fitri
-
Nasional2 hari ago
Penyintas Ajaib, Pria Diselamatkan Setelah 5 Hari Terkubur dalam Puing Gempa Bumi Myanmar
-
Hiburan Masyarakat20 jam ago
Mudik Lebaran, Mengayuh Sepeda 150 Kilometer Dari Bandung ke Kuningan
-
Ekonomi20 jam ago
Ekspor Indonesia ke AS Berpotensi Paling Terpengaruh oleh Tarif Trump
-
Lingkungan20 jam ago
Pahlawan Sanitasi Kota Bandung: Bersedia Meninggalkan Keluarga demi Liburan yang Bersih dan Hijau