Ekonomi
Sri Mulyani Bicara Tentang Dalang Utama di Balik Anjloknya IHSG
Memimpin diskusi, Sri Mulyani mengidentifikasi isu-isu kunci di balik penurunan IHSG, tetapi apakah wawasannya benar-benar dapat mengembalikan kepercayaan investor?

Saat kita merenungkan tentang penurunan tajam lebih dari 6% dalam IHSG pada 18 Maret 2025, jelas bahwa sentimen domestik dan internasional berperan, menciptakan suasana ketidakpastian. Penurunan pasar, ditandai dengan penurunan 420,97 poin menjadi 6.046, merupakan penurunan terbesar di antara indeks Asia.
Kita tidak bisa mengabaikan dampak mendalam ini terhadap kepercayaan investor, terutama ketika Menteri Keuangan Sri Mulyani menunjukkan kurangnya kepercayaan publik pada beberapa badan usaha milik negara (BUMN) sebagai faktor kunci.
Dalam sambutannya, Mulyani menekankan peran penting transparansi ekonomi dan profesionalisme dalam mengelola BUMN. Dia mendesak para pejabat untuk berkomunikasi secara efektif dengan publik untuk membantu memulihkan kepercayaan. Ini sangat penting, karena kita tahu bahwa kepercayaan pasar bergantung pada integritas dan keandalan operasional dari perusahaan-perusahaan ini. Ketika transparansi goyah, ketakutan dan spekulasi dapat dengan mudah mengambil alih, menyebabkan reaksi pasar yang cepat seperti yang kita saksikan.
Jaminan Menteri Keuangan tentang pengelolaan BUMN yang tepat adalah penting. Namun, kita harus mempertimbangkan bahwa sekadar kata-kata saja tidak cukup untuk memulihkan kepercayaan pasar. Sangat penting bagi BUMN untuk menunjukkan perbaikan nyata dalam tata kelola dan operasi. Hal ini, bersama dengan dasar-dasar kuat dari sektor swasta, dapat menciptakan iklim investasi yang lebih stabil.
Kita harus bertanya pada diri kita sendiri bagaimana kita dapat membina lingkungan yang kuat yang mendorong investasi domestik dan asing.
Menambah turbulensi, rumor mengenai kemungkinan pengunduran diri Mulyani berkontribusi signifikan terhadap suasana ketidakpastian. Spekulasi ini bisa berbahaya, karena memicu ketakutan tentang stabilitas kepemimpinan ekonomi.
Investor perlu merasa yakin bahwa pemerintah stabil dan berkomitmen untuk menumbuhkan lingkungan ekonomi yang sehat. Ketika bisikan ketidakstabilan beredar, ini dapat menyebabkan reaksi spontan, yang lebih memperburuk volatilitas pasar.
Dalam menghadapi tantangan ini, kita harus memprioritaskan transparansi dan dialog terbuka. Investor lebih cenderung untuk menanamkan sumber dayanya ketika mereka percaya pada institusi yang mengatur pasar.
-
Politik7 jam ago
Didit Menjadi Jembatan bagi Prabowo untuk Mendekati Megawati, namun Sulit Karena Jokowi
-
Nasional7 jam ago
Parkir Liar Masih Merajalela di Bandung Selama Liburan Idul Fitri
-
Bisnis7 jam ago
Layanan Kurir Shopee Berhenti, Berikut Dampaknya pada J&T Express
-
Hiburan Masyarakat7 jam ago
‘Bandros’ Menjadi Pilihan Utama bagi Wisatawan Luar Kota untuk Menikmati Keindahan Bandung Selama Liburan Idul Fitri
-
Nasional7 jam ago
Penyintas Ajaib, Pria Diselamatkan Setelah 5 Hari Terkubur dalam Puing Gempa Bumi Myanmar